Digitalisasi Pemasaran : Langkah Nyata Prodi Manajemen dan Administrasi Logistik Sekolah Vokasi Undip Dukung UMKM Kuliner di Sukoharjo

Tim Dosen dan Mahasiswa Sekolah Vokasi Undip beri pelatihan strategi digital marketing dan desain visual kepada pelaku usaha kuliner lokal.

 

Sukoharjo – Guna meningkatkan daya saing dan ketahanan ekonomi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya di sektor kuliner, Tim Pengabdian Masyarakat dari Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan program pelatihan bertema “Digitalisasi Pemasaran bagi Pedagang Kuliner Lokal” di Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Nurul Imani Kurniawati, S.E., M.M. bersama tim dosen dari Program Studi Manajemen dan Administrasi Logistik, yang terdiri dari Suwandi, M.Si., Stacia Reviany Mege, M.S.M., Riandhita Eri Werdani, M.S.M., dan Kholidin, M.Kom., serta didukung oleh mahasiswa Faza Munadi Iman dan Syahera Tara Kartika. Program ini didanai oleh DIPA Sekolah Vokasi Undip Tahun Anggaran 2025.

“Kami melihat banyak pelaku usaha kuliner lokal yang memiliki produk unggulan, namun belum memanfaatkan teknologi digital secara maksimal. Padahal, potensi pasar melalui media sosial seperti Instagram sangat besar,” ungkap Dr. Nurul Imani Kurniawati.

Kegiatan yang berlangsung selama beberapa bulan ini meliputi pelatihan desain kemasan menggunakan Canva, pembuatan konten promosi, hingga pendampingan pengelolaan akun Instagram sebagai media pemasaran. Dalam prosesnya, peserta dibekali modul praktis, dibantu dalam pembuatan akun, dan diajarkan strategi promosi organik untuk meningkatkan visibilitas usaha mereka.

Selain pelatihan teknis, tim pengabdian juga mendorong mitra untuk memahami strategi penetapan harga berbasis pasar dan pentingnya diferensiasi produk melalui visual branding. Pendekatan partisipatif dan praktikal menjadi kunci keberhasilan program ini.

“Setelah mengikuti pelatihan, saya jadi tahu cara buat konten Instagram yang menarik dan bagaimana cara upload-nya. Dulu saya hanya mengandalkan pembeli lewat bazar atau dari tetangga,” ujar salah satu peserta pelatihan, pemilik usaha kuliner lokal.

Kegiatan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan literasi digital pelaku UMKM, tetapi juga memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu pemasaran dan teknologi informasi di masyarakat.

Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi model replikasi untuk pemberdayaan UMKM di daerah lain, serta berkontribusi dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama dalam mengurangi kemiskinan (SDG 1) dan meningkatkan ketahanan pangan (SDG 2).